MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN
Oleh :
Nama :
Rezki Noviana Devi
NIM :
120210102091
Kelas :
A
Kelompok : 7
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013
I. JUDUL
Menpelajari jaringan pada hewan dan tumbuhan
II. TUJUAN
1.
Mampu
menjelaskan jaringan penyusun pada hewan
2.
Mampu
menjelaskan jaringan penyusun tumbuhan
III. DASAR TEORI
Jaringan dalam biologi
adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Sekumpulan
jaringan akan membentuk organ. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan
adalah histologi. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam
hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi (Zanuar,2010 [online]).
A.
Jaringan Hewan
Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan tingkat tinggi dan
manusia ada empat macam, yaitu jaringan epitelium, jaringan pengikat dan
penumpu (tulang), jaringan otot, serta jaringan saraf ( Istaman, 2007 ).
1. Jaringan
epitelium
Jaringan epitelium
berasal dari lapisan embrional endokterm. Jaringan ini disebut jaringan
epithelium karena berada dibagian
pinggir (epi = pinggir/atas, thele = putting/ lapisan)
organ tubuh hewan.
Berdasarkan
strukturnya, jaeringan epithelium dibedakan menjadi 3 yaitu:
a. Epithelium
pipih, berbentuk seperti lapisan pipih, inti bulat, dan terletak di tengah.
b. Epithelium
batang, berbentuk seperti batang, inti bula, dan terletak di bagian dasar sel
c. Epithelium
kubus, berbentuk kubus, inti bulat, dan berada di tengah
Sedangkan
berdasarkan susunan selnya, jaringan epitelium dibagi menjadi epiteliem selapis
(epithelium sederhana) dan epithelium berlapis (epiteium bertingkat atau kompleks).
Biasanya
jaringan epithelium terdapat di rongga mulut, pembuluh
darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut (Susilowarno, 2009: 23)
2. Jaringan
ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam
jumlah yang sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar
dalam matriks ekstrakurikuler, sel-sel tersebut mensintesis matriks dengan
anyaman serat yang terendam di dalamnya.
Jaringan ikat dapat dibedakan menjadi jaringan ikat longgar, jaringan ikat
padat, jaringan ikat lemak, jaringan darah, jaringan rawan dan jaringan tulang.
Jaringan yang paling banyak adalah jaringan ikat longgar yang paling banyak
terdapat dalam tubuh dan hanya sedikit ditemukan dalam serabut. Serabut
penyusun jaringan ikat berupa kolagen (Campbell, 1999).
3. Jaringan
otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi
untuk menggerakkan berbagai bagian organ tubuh yang disebabkan kemampuan
jaringan otot untuk berkontraksi. Hal ini terjadi karena sel-sel otot
mengandung protein kontraksi yang memanjang dan mengandung miofibril atau
serabut-serabut halus. Jaringan otot terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Otot polos, yang berbentuk
gelondong dan bagian intinya hanya satu dibagian tengah.
2.
Otot lurik, yang memiliki inti lebih dari satu dibagian tepi dan memiliki
pita terang dan pita gelap.
3.
Otot jantung, yang memiliki discus interkalalar dan intinya lebih dari satu
yang terletak dibagian tengah.
4. Jaringan
saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf
terdiri dari beberapa bagian yaitu dendrit, akson, badan sel, inti sel, nodus
ranvier, selubung mielin dan efektor. Sel saraf terbagi menjadi tiga bagian
yakni :
1.
Sel saraf sensorik, berfungsi mengantarkan impuls (rangsangan) dari alat
indra ke pusat saraf atau otak.
2.
Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls dari otak ke otot atau kelenjar
tubuh. Sel saraf ini biasa disebut juga sebagai sel saraf penggerak.
3.
Sel saraf konektor (penghubung), berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari
neuron sensorik ke neuron motorik
B.
Jaringan
Tumbuhan
Selain itu, biasanya
jaringan penyusun tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan umur, komposisi, dan
fungsinya. Berdasarkan umur, jaringan tumbuhan digolongkan menjadi jaringan
muda (meristem) dan jaringan dewasa (Tim Dosen Pembina, 2012: 7). Jaringan
meristem adalah jaringan yang masih muda dan selalu aktif membelah atau
bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang tidak dapat
lagi berdiferensiasi terdiri dari jaringan pengangkut, jaringan pelindung,
jaringan parenkim dan jaringan gabus (Hamka, 2006).
Berdasarkan cara
terbentuknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3, yaitu:
·
Promeristem, sudah ada waktu
tumbuhan dalam masa embrional.
·
Meristem primer, masih bersifat
membelah diri, terdapat pada tumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar,
kuncup.
·
Meristem sekunder, berasal dari
meristem primer.
Sedangkan menurut letaknya meristem
dibedakan menjadi:
· Meristem
apikal.
· Meristem
lateral, yaitu kambium vaskuler dan felogen.
· Meristem
interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil (Fitrah, 2011 [online])
Berdasarkan komposisinya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi jaringan
sederhana (yang terdiri dari satu macam sel) dan jaringan majemuk (terdiri atas
lebih dari satu macam sel).
Berdasarkan fungsinya, jaringan tumbuhan dibedakan menjadi jaringan dasar,
jaringan penguat, jaringan pelindung, jaringan pengangkut, dan jaringan
sekretori (Tim Dosen Pembina, 2012:
7).
1. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis merupakan
jaringan yang letaknya paling luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel
hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Tidak
mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta
serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata. Bentuk sel jaringan epidermis
seperti balok. Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai
dengan fungsinya misalnya stomata, trachoma, dan bulu-bulu akar. Pada tumbuhan
yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi
memiliki jaringan epidermis. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai pelindung
jaringan lain yang ada didalamnya
2. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan
tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat
non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Parenkim
biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan
protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis.
Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim.
Nama lainnya adalah jaringan dasar.
Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging
buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang
mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara
disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan
dilakukan oleh jaringan parenkim.
3. Jaringan penguat /penyokong
Fungsinya untuk menguatkan bagian
tubuh tumbuhan meliputi 2 jaringan yaitu :
a. Jaringan Kolenkim
Kolenkim
terdiri dari sel – sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada
dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh . Umumnya terletak pada
bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun.
b. Jaringan sklerenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa
selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh
tumbuhan yang lunak. senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan
keras. Terdapat pada bagian keras buah dan biji.
4. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vascular. Disebut
jaringan vascular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa
pembuluh pembuluh (vasculer). Pembuluh (vasculer) itu untuk membawa air dan larutan
ke seluruh tanaman. Pembuluh itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi
untuk membawa air sedangkan floem pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu membawa
hasil fotosintesis berupa larutan organik. Baik xylem maupun floem terdiri dari
beberapa tipe sel. Pada batang primer jaringan ini terletak pada berkas
pengangkut dimana floem di bagian luar dan xylem di bagian dalam. Floem dan
xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut kambium
(Fitrah, 2011 [online]).
Organ pokok pada tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan
daun. Modifikasi organ pokok, misalnya bunga, buah, dan biji.
1. Akar
Akar adalah organ tumbuhan yang masuk ke dalam tanah. Fungsi
akar pada tumbuhan, antara lain sebagai tempat melekatnya tumbuhan pada media
(tanah), menyerap air dan garam mineral dari tanah, memperkuat berdirinya
tumbuhan, tempat penyimpanan cadangan makanan, dan sebagai alat pernapasan.
Jaringan penyusun akar, antara lain epidermis, korteks, endodermis, stele
(silinder pusat), perisikel, xilem, floem, dan empulur. Akar dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu akar tunggang pada tumbuhan dikotil, akar serabut
pada tumbuhan monokotil, dan akar adventif (bukan berasal dari akar primer).
2. Batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang tumbuh di permukaan
tanah. Fungsi batang, antara lain menyalurkan air dan garam mineral dari akar
ke daun, menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh, tempat penyimpanan
cadangan makanan, serta tempat menempelnya daun, bunga, dan buah. Jaringan
penyusun batang, antara lain epidermis, korteks, stele, endodermis, perisikel,
empulur, xilem, floem, dan kambium.
3. Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian
tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan
fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Fungsi daun, antara lain
sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, menyerap CO2 dari udara,
sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi, serta untuk
respirasi. Daun tersusun atas beberapa jaringan, antara lain epidermis,
mesofil, berkas pengangkut, xilem, floem, palisade (jaringan tiang), spons
(janringan bunga karang), serta stomata (Kogara, 2011 [online]).
IV. METODE PENELITIAN
4.1 Alat Dan Bahan
1. Alat :
a. Mikroskop
2. Bahan :
a. preparat awetan
jaringan otot dan jaringan ikat (jaringan hewan)
b. preparat
awetan penampang melintang akar, batang dan daun (jaringan tumbuhan)
4.2 Cara Kerja
a. Pengamatan jaringan hewan
Mengamati preparat awetan dengan menggunakan mikroskop elektron
|
Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian dari preparat
yang dilihat
|
Memperhatikan struktur dan bentul sel pada preparat
|
Meminta petunjuk pembimbing bila mengalami kesulitan
|
b. Pengamatan Jaringan Tumbuhan
Meletakkan preparat penampang melitang bahan (daun, batang, dan
akar) di bawah mikroskkop)
|
Mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke
perbesaran kuat
|
Menggambar bagian yang terlihat dan member keterangan secara
lengkap.
|
V. HASIL PENGAMATAN
1. Pengamatan jaringan hewan
|
Gambar : jaringan ikat teratur pada tendon
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
|
Gambar : jaringan otot jantung
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
|
Gambar : jaringan otot polos
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
2.
Pengamatan
jaringan tumbuhan
|
Gambar : Preparat melintang daun
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
|
Gambar : Preparat melintang batang Cordyline tracticora
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
|
Gambar : Preparat melintang akar dikotil
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
|
Gambar :
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran :
|
|
VI. PEMBAHASAN
A.
Jaringan
Penyusun Hewan
Seperti
yang telah kita ketahui bahwa jaringan hewan dibagi menjadi empat kelompok
yaitu Jaringan epitel, Jaringan ikat,
Jaringan otot, dan jaringan saraf. Namun pada percobaan kali ini yang akan
kita bahas hanya dua jaringan, yakni jaringan otot dan jaringan ikat.
Ø Jaringan Otot
Jaringan otot terbagi menjadi tiga bagian :
a)
Jaringan Otot polos
Jaringan otot polos yang saya amati adalah jaringan otot polos Vesicle urinaria, memiliki bentuk
seperti gelondong, kedua ujungnya meruncing dan terdiri dari satu inti sel
dibagian tengahnya. Ada 3 bagian sel yang terlihat yaitu membran sel yang berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk
sel, kemudian sitoplasma tempat
organel-organel sel berada, dan inti sel yang
berada di tengah dan berfungsi sebagai bagian yang mengatur segala aktifitas
sel. Otot polos ini geraknya diluar kesadaran dan reaksinya bekerja secara
lambat. Otot ini sering ditemukan di dalam organ pencernaan dan pembuluh darah.
b) Jaringan Otot lurik
Pada kesempatan percobaan atau praktikum ini saya tidak melakukan atau
mengamati struktur dari otot lurik. Namun secara garis besar, ciri dari otot
lurik yaitu bentuknya memanjang, tidak terdapat percabangan, pada sitoplasma
terdapat daerah terang dan daerah gelap sehingga terkesan lurik, hal ini karena
terdapatnya aktin dan meosin. Intinya ditepi, terdapat 3 bagian sel yang
terlihat yaitu membran sel yang
berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk sel, kemudiansitoplasma tempat organel-organel sel berada,
dan inti selnya berada di pinggir dan
berfungsi sebagai bagian yang mengatur segala aktifitas sel. Otot lurik geraknya
dipengaruhi oleh saraf sadar dan kuat. Otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia
dan hewan.
c) Jaringan otot jantung
Jaringan ini disebut otot jantung karena letaknya yang berada di organ
jantung sel-selnya tidak jelas batasnya, bentuknya panjang dan terdapat
cabang-cabang, pada sitoplasma terdapat daerah terang dan gelap sehingga
terkesan lurik, intinya banyak ditengah sel, pada otot jantung ini juga
terlihat 3 bagian dari sel yaitu membran
sel yang berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk sel, kemudian sitoplasma tempat organel-organel sel
berada, dan inti sel bagian yang
mengatur segala aktifitas sel. Gerak otot jantung dipengaruhi saraf otonom(tidak
dibawah kesadaran), bekerja secara cepat, kontraksinya kuat dan tidak mudah
lelah serta cara kerjanya berirama. Jika disimpulkan otot jantung ini bentuknya
mirip dengan otot lurik, namun cara kerjanya sama dengan otot polos.
Ø Jaringan Ikat
Letak selnya berjauhan. Berdasarkan
strukturnya, jaringan ikat ini dibedakan menjadi :
a.
Jaringan ikat longgar
b.
Jaringan ikat padat
c.
Jaringan lemak
d.
Jaringan rawan
e.
Tulang
f.
Darah
Pada
praktikum yang saya lakukan, saya mengamati bentuk jaringan ikat padat teratur
pada tendon, bentuk selnya berjauhan, terdapat serabut kolagen (yang berwarna
lebih gelap), serabut elastin (yang berwarna lebih terang). Dimana jumlah
serabut kolagen lebih banyak daripada serabut elastin.
B.
Jaringan
Penyusun Tumbuhan
a. Preparat
Penampang Melintang Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, dan merupakan bagian
tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan
fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Fungsi daun, antara lain
sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, menyerap CO2 dari udara,
sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi, serta untuk
respirasi. Pada praktikum kali ini saya melakukan pengamatan terhadap jaringan
penyusun daun pada tumbuhan Ficus elasca.
Jaringan penyusun daun ini terdiri dari:
1. Epidermis atas dan Epidermis bawah :
Susunan selnya rapat sehingga tidak
memungkinkan adanya ruang antarsel. Umumnya berbentuk pipih dan tidak
berklorofil. Berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan dan
berperan dalam proses penyerapan air dan mineral.
2.
Palisade
Bentuk selnya memanjang, berbaris
seperti pagar, mengandung banyak klorofil, sehingga fungsinya adalah tempat
berlangsungnya proses fotosintesis.
3.
Jaringan Bunga Karang/spons
Bentuk selnya bulat-bulat besar,
letaknya tidak beraturan,terdapat celah-celah antar sel, mengandung klorofil
juga, namun bukan menjadi tempat berlangsungnya fotosintesis, hanya saja
membantu proses terjadinya fotosintesis.
4.
Stomata
Stomata adalah modifikasi dari
jaringan epidermis, fungsinya adalah sebagai jalan masuknya CO2 dari udara pada
proses fotosintesis, sebagai jalan penguapan (transpirasi) dan sebagai
jalan pernafasan (respirasi).
5. Sel penjaga
Letaknya berada di samping-samping stomata. Sel ini memiliki
fungsi sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata.
6. Xylem
Fungsi
dari xylem ini yaitu sebagai alat transportasi zat anorganik (mineral ) dan air
bagi tumbuhan.
7. Floem
Floem
berfungsi mentransfer hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
b.
Preparat Batang Cordyline
fructicos
Tersusun
atas jaringan-jaringan sebagai berikut:
1.
Epidermis, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak
ada ruang antar sel dan biasanya hanya satu lapis sel. Sel epidermis batang
pada umumnya mengalami penebalan dan dilapisi zat gabus yang disebut katikulus
sehingga terhindar dari kekeringan. Epidermis berfungsi untuk melindungi
jaringan-jaringan yang ada di bawahnya.
2.
Korteks, sel-sel
penyusunnya berupa dinding tipis yang terdiri dari beberapa sel dan susunannya
tidak beraturan, dan terdapat ruang antar sel. Dalam korteks
terdapat floeterma. Floeterma adalah lapisan terdalam pada korteks yang
memiliki bentuk dan susunan khas, serta mengandung butir-butir pati. Fungsi
korteks pada sebagian besar tumbuhan adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan
makanan. Penyebab korteks tidak terlihat jelas pada batang tumbuhan monokotil
adalah tersebarnya ikatan pembuluhnya secara tidak teratur.
3.
Xilem, sel penyusunnya berupa
trakeid (selnya mati, dindingnya lignin, penyekatnya miring berpori), trakea
(selnya mati, dindingnya lignin, dinding melintangnya berdifusi/membaur) dan
parenkim xylem. Berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
4.
Floem, selnya hidup tak
berinti, berdinding selulosa, sekatnya berpori. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan
sari-sari makanan dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.
5.
Empulur, parenkim yang terletak dibagian tengah silinder pusat.
Empulur yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut disebut jari-jari
empulur. Jaringan ini berfungsi dalam pertumbuhan sekunder pada tumbuhan.
c. Preparat melintang akar (Arachis hypogea)
Preparat tumbuhan ini terdiri atas jaringan-jaringan seperti
berikut :
1.
Epidermis,sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak ada ruang antar
sel dan biasanya hanya satu lapis sel. terletak dibagian luar
dan berfungsi sebagai jalan masuknya air dan garam mineral dari pelindung
jaringan yang ada dibawahnya.
2.
Korteks, sel-sel penyusunnya berupa dinding tipis yang terdiri
dari beberapa sel dan susunannya tidak beraturan, dan terdapat ruang antar sel. terletak disebelah dalam epidermis dan berfungsi sebagai tempat lewatnya air
dari epidermis ke endodermis, selain itu juga sebagai penyimpan cadangan
makanan.
3.
Floem, selnya hidup tak berinti, berdinding selulosa,
sekatnya berpori. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan sari-sari makanan dari daun
keseluruh tubuh tumbuhan.
4.
Xilem, sel penyusunnya berupa trakeid (selnya mati,
dindingnya lignin, penyekatnya miring berpori), trakea (selnya mati, dindingnya
lignin, dinding melintangnya berdifusi/membaur) dan parenkim xylem. Berfungsi mengangkut air dan garam mineral
dari tanah menuju daun.
5.
Kambium, adalah lapisan jaringanmeristematik
pada tumbuhan
yang sel-selnya aktif membelah
dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan.Adanya kambium adalah ciri khas dari
tanaman dikotil
6.
Empulur, parenkim yang terletak dibagian tengah silinder pusat.
Empulur yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut disebut jari-jari
empulur. Jaringan ini berfungsi dalam pertumbuhan sekunder pada tumbuhan.
d. Preparat melintang akar (Spirogyra oedogonium sp)
VII. KESIMPULAN
Dari praktikum tentang mempelajari
jaringan hewan dan tumbuhan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu:
1.
Jaringan penyusun hewan dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
a. Jaringan epitel, susunannya rapat
sehingga tidak terdapat ruang anta sel, berdasarkan bentuknya jaringan epitel
terbagi atas; epitel pipih selapis, epitel kubus selapis, dan epitel kolumner.
b. Jaringan ikat, letak selnya
berjauhan, berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi; jaringan ikat longgar,
ikat padat, jaringan lemak, jaringan rawan, tulang, dan darah.
c. Jaringan otot, selnya memanjang
berbentuk serabut, menurut bentuk dan cara kerjanya dibedakan atas; otot polos,
otot jantung, dan otot lurik.
d. Jaringan saraf, tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf terdiri dari beberapa
bagian yaitu dendrit, akson, badan sel, inti sel, nodus ranvier, selubung
mielin dan efektor.
2.
Jaringan penyusun tumbuhan dibedakan atas:
a. Umur, berdasarkan umur dibedakan
menjadi jaringan meristem (jaringan muda yang dapat membelah diri) dan jaringan
dewasa.
b. Komposisi, berdasarkan komposisinya
jaringan penyusun tumbuhan dibedakan menjadi jaringan sederhana (terdiri satu
macam sel) dan jaringan majemuk (terdiri atas lebih dari satu macam sel).
c. Fungsi, berdasarkan fungsinya
jaringan penyusun tumbuhan dibagi menjadi jaringan dasar, jaringan pelindung,
jaringan penguat, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori.
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Campbel,
1999. Biologi (terjemahan). Jakarta: Erlangga
Hamka, dkk. 2006. Penuntun
Praktikum Biologi Umum. Makassar: FMIPA UNM.
Istaman,
2007. Jaringan Hewan. Jakarta
: AMPI
Susilowarno,
Gunawan, dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kls XI (Diknas). Jakarta: Grasindo