Minggu, 02 Juni 2013

contoh lain KBM


CONTOH DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN KOOPERATIF
 DENGAN TIPE STAD

Tingkat         :  Sekolah Menengah Atas (SMA)
Topik            :  Besaran dan Satuan
Judul             :  Besaran dan Satuan
Instruktur     :  Rezki Noviana Devi
Waktu           :  90 menit

NO
KOMPONEN
AKTIVITAS PEMBELAJARAN
1.
Perkenalan
(5 menit)
Pada pertemuan pertama, Guru memperkenalkan diri kepada siswa
2.
Apersepsi, tujuan pembelajaran, dan mengenalkan teknik
(10 menit)
Apersepsi à memberikan pertanyaan yang mengarah ke materi pembelajaran yaitu besaran dan satuan, dimana mengaktifkan pikiran siswa agar pikirannya mengarah atau memilki pandangan tentang materi.
Tujuan pembelajaran à agar siswa kelas X mengetahui dan memahami tentang apa itu besaran dan satuan selain itu juga agar siswa mengetahui alat apa saja yang memiliki besaran dan satuan tersebut.
Mengenalkan teknik STAD à teknik pembelajaran STAD adalah pembelajaran yang merupakan model pembelajaran berkelompok, dimana siswa dipasangkan secara merata, yang memilki kemampuan tinggi dan rendah dalam suatu kelompok sebanyak 4-5 orang. Skor kelompok diberikan berdasarkan atas prestasi anggota kelompoknya, dimana setelah siswa menerima pengajaran dari guru dan bekerja sama dengan kelompoknya, siswa diberikan test perseorangan.
3.
Penyampaian materi
(20 menit)
Guru memberikan atau menyampaikan materi tentang besaran dan satuan dengan bantuan media tabel yang menarik hingga siswa merasa terpancing untuk belajar dan juga mendemostrasikan cara menggunakan alat.
4.
Pengelompokkan dan praktikum
(35 menit)
Guru membagi kelas menjadi 7 kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan kemampuan berbeda dimana terdapat siswa yang pandai dan yang tidak) sesuai dengan banyaknya besaran dan satuan yang ada, yaitu panjang, massa, waktu, kuat arus listrik, suhu, jumlah zat, dan intensitas cahaya. Masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikan dan mempraktikan penggunaan alat ukur, bagaimana cara mengukur besaran-besaran tersebut, apa satuan dari besaran itu, dan juga alat ukur apa yang digunakan untuk mengukur besaran tersebut.
Dalam hal ini, guru bertindak sebagai pembimbing para siswa.
5.
Tes perseorangan
(10 menit)
Setelah melakukan kegiatan dalam kelompok, maka guru menguji tingkat kepahaman siswa melalui tes perseorangan. Bagian ini dilakukan dengan harapan semua siswa mampu menguasai materi yang diberikan.
6.
Pengakuan kelompok
(10 menit)
Pada bagian ini guru memberikan penghargaan pada kelompok yang memperoleh nilai terbaik  dimana nilai tesnya tertinggi dan aktif di dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi lebih kepada siswa agar senantiasa meningkatkan cara dan minat belajar agar menjadi kelompok yang terbaik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar