Minggu, 28 April 2013

laporan biologi praktikum mikroskop


LAPORAN BIOLOGI UMUM
ACARA I
PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA
PENGAMATAN BENTUK DAN STURKTUR SEL










Oleh :

Nama                      : Rezki Noviana Devi
NIM                        : 120210102091
Kelas                       : A
Kelompok              : 7


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013
I. JUDUL
Penggunaan Mikroskop Serta Pengamatan Bentuk Dan Struktur Sel
II. TUJUAN
1.      Mengenali komponen-komponen mikroskop dan cara menggunakannya
2.      Mempelajari cara meyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop
3.      Mengamati bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
III. DASAR TEORI
·    Mikroskop
Seperti yang kita ketahui, penglihatan kita sebagai manusia ada batasnya. Kita tidak akan bisa melihat benda yang berdiameter 0,1 mm seperti sel, jaringan,dan berbagai organisme lainnya tanpa adanya alat bantu. Alat bantu tersebut dapat kita sebut dengan mikroskop. (Sudjadi, Bagod. Laila, Siti, 2006: 18)
Mikroskop berasal dari bahasa latin yaitu micro yang artinya kecil dan scopium yang berarti penglihatan. (Tim Dosen, 2013: 1)
            Secara umum, mikroskop dibagi menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron. Seperti halnya mata kita, kemampuan mikroskop juga terbatas. Mikroskop memang dapat memperbesar objek sebesar yang kita inginkan, namun pada mikroskop cahaya tidak pernah menguraikan rincian yang lebih halus dari ukuran sekitar 0,2 µm. Penguraian ini dibatasi oleh panjang gelombang cahaya yang yang digunakan untuk menerangi spesimennya. Mikroskop dapat memperbesar objek secara efektif hingga kira-kira 1000 kali ukuran specimen yang sebenarnya.
Mikroskop electron merupakan peningkatan mikroskop cahaya. Mikroskop electron modern secara teoritis dapat mencapai resolusi sekitar 0,1 nanometre, namun pada prakteknya batas untuk struktur biologis hanya sekitar 2 nanometer dan masih merupakan peningkatan ratusan kali lipat dari miksroskop cahaya. Terdapat 2 jenis mikroskop electron, yaitu mikroskop electron transmisi (transmission electron  microscope atau TEM), dan mikroskop electron payar (scanning electron mikroskope atau SEM). (Campbell, Reece, Mitchell, 2002: 115 )
Selain itu juga ada macam-macam jenis mikroskop electron, yaitu :
1.      Mikroskop refleksi elektron (REM)
2.      Mikroskop Stereo
3.      Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
4.      Mikroskop pemindai elektron
5.      Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: 
1.      Ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati
2.      Sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan fokus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus. (http://www.mansaba.sch.id/web_saba/science-/527-macam-macam-mikroskop-beserta-fungsinya.html)
Selain itu, mikroskop juga dibagi menurut jumlah lensanya, yaitu :
1.    Mikroskop Binokuler
Mikroskop binokuler adalah alat optik yang digunakan untuk pengamatan benda-benda yang tidak terlalu besar. Mikroskop binokuler memiliki dua buah lensa yaitu lensa objektif dan juga lensa okuler, dengan kombinasi lensa objektif dan juga lensa okuler akan memperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan kedua belah mata.
Penyinaran diberikan dari atas ataupun bawah dengan sinar alam atau lampu. Kekuatan pembesaran dari mikroskop binokuler ini tidak terlalu besar, yaitu pada umumnya untuk lensa objektif 1x dan 2x dan untuk lensa okuler 10x dan 15x. Pada lensa mikroskop binokuler membutuhkan lensa objektif yang besar karena diatasnya akan dipasangi sistem lensa lain yang terpisah dalam posisi parallel dan jalur sinar terpisah untuk mata kanan dan kiri.
Kelebihan Mikroskop Binokuler yaitu mikroskop ini tidak memiliki kondensor, namun memiliki kedalaman bidang pandang dan jarak kerja yang panjang.
            Sedangkan kekurangan dari Mikroskop Monokuler yaitu bahwa aperture numerical dari sistem dibatasi dengan adanya jalur beam atau cahaya ganda. Dengan kekurangan itu seseorang harus menggunakan mikroskop majemuk yang memiliki objektif dengan diameter yang lebih besar.

2.    Mikroskop Monokuler 
Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang menggunakan hanya dengan 1 lensa okuler saja.
Kelebihan dari mikroskop monokuler bila dibandingkan dengan mikroskop binokuler yaitu jika dilihat dari tata penggunaannya lebih enak yang menggunakan lensa monokuler. (http://www.fauzionline.com/2012/10/perbedaan-mikroskop-bilnokuler-dan.html
o  Komponen Mikroskop
Mikroskop tersusun atas komponen-komponen. Komponen dari mikroskop tersebut yaitu, lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop, meja mikroskop, penjepit, makrometer, mikrometer, kondesor, diafragama, revolver, cermin, kaki mikroskop. (Sudjadi, Bagod. Laila, Siti, 2006: 17)
o  Cara Menggunakan Mikroskop
Cara yang benar di dalam menggunakan mikroskop yaitu :
1.      Meletakkan mikroskop di tempat terang dan membuka difragma sampai maksimal
2.      Mengatur posisi cermin hingga kaca kondesor menjadi terang
3.      Menaikkan kondesor sampai maksimal dengan memutar tombol kondesor
4.      Menempatkan preparat di meja mikroskop
5.      Menurunkan tabung mikroskop sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
6.      Mengamati preparat melalui lensa okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus
Catatan : pada saat menggunakan mikroskop, kita harus menggunakan lensa okuler dan ojektif dengan perbesaran lemah terlebih dahulu. Mengatur celah diafragma sehingga diperoleh pencahyaan yang cukup. (Tim Dosen Pembina, 2013: 2)
o  Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Menggunakan Mikroskop
1.      Memegang erat-erat mikroskop dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain digunakan untuk menyangga kaki mikroskop
2.      Menjaga keadaan meja preparat untuk tetap horizontal agar tidak jatuh
3.      Membersihkan lensa  dengan menggunakan kertas atu kain khusus untuk lensa (soft tissue)
4.      Membiasakan mata tetap terbuka ketika mengamtai preparat
5.      Setelah menggunakan mikroskop, memutar pemutar kasar agar terdapat jarak antara lensa objektif dengan meja mikroskop, kemudian mengatur posisi cermin dalam posisi tegak. Membersihkan lensa objektif bila terkena minyak emersi dan membersihkan menja ikroskop dari kotoran atau tumpahan medium dengan menggunakan tissue
6.      Menyimpan mikroskop di dalam lemari yang telah diberi pengatur suhu. (Tim Dosen Pembina, 2013: 2)
o  Menyiapkan Bahan-bahan yang akan Diamati Dibawah Mikroskop
Persiapan preparat dalam mikroskop cahaya dibagi menjadi :
a.  Preparat Non-permanen, diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup diatas gelas objek dan menutupnya dengan gelas penutup kemudian diamati di bawah mikroskop.
b.  Preparat permanen, diperoleh dengan cara melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
c.  Pembuatan sayatan yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah dipahami di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan, pemotongan dengan mikrootm kemudian dilanjutkan pewarnaan yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Contoh pewarna adalah hematoksilin (mengikat asam amino lisin dan arginin), eosin (mengikat molekul DNA)
·         Sel
Sel adalah unit terkecil dari suatu organisme hidup. Pada makhluk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu sendiri. (Tim Dosen Pembina, 2013: 3)

o  Bagian-bagian pada Sel
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, vakuola, dan kloroplas. Sedangkan sel hewan tidak memiliki dinding sel, kloroplas, dan tidak lazim memiliki vakuola, namun sel hewan memiliki lisosom, sentrosom, sentriol, dan flagel pada sel-sel tertentu. Dalam hal adanya membrane plasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparta golgi, inti sel pada sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai persamaan. (Tim Dosen Pembina, 2013: 3)
Bagian-bagian pada sel yaitu:
1.      Membran Plasma
Membran plasma disebut juga membrane sel yang merupakan pintu gerbang keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Membran sel bersifat semipermeabel karena membrane sel hanya dapat dilalui oleh air dan molekul gas. Selain itu, membran sel juga bersifat diferensial permeabel karena juga dapat dilalui oleh zat-zat tertentu, tetapi sebagian zat lainnya ditahan, misalnya glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol. (Riandari, 2009: 11)
Membran plasma terdiri dari lapisan ganda (bilayer) fosfolipid, dimana bagian ekor fosfolipid bersifat hidrofobik dan bagian kepala fosfolipid versifat hidrofilik. (Cambell dan Reece, 2010: 107)
2.      Nukleus atau Inti Sel
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri. (Okta Veanti, 2009)
3.      Sitoplasma
Bandan sel yang tredapat di sekeliling membrana nukleus dikenal sebagai sitoplasma. Sitoplasma berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata kytos yang artinya rongga dan plassein yang artinya membentuk. Pada pengamatan, dengan cara memberikan warna, sitoplasma sebagai keseluruhan menyerap lebih sedikit warna dari pada nukleusnya, sehingga warnanya kelihatan lebih muda. (Soemarwoto,dkk: 155-156)
Bagian sel yang telah dijelaskan di atas adalah bagian secara umum, karena pada laporan ini hanya sebatas menjelaskan tentang bagian sel secara umum saja.
IV. METODE PENELITIAN
4.1 Alat Dan Bahan
1. Alat :
a. Mikroskop
b. Gelas objek dan gelas penutup
c. Pipet tetes
d. Skalpel atau tusuk gigi
e. Silet tajam
2. Bahan :
a. Potongan kertas yang bertuliskan “b” atau “q”
b. Air
c. Epitel rongga mulut
d. Bawang merah
e. Methilen Blue
f. Alkohol 70%

4.2 Cara Kerja
a. Pengamatan potongan kertas bertuliskan “b” atau “q”
Meletakkan potongan huruf “b” pada gelas objek dan menutupnya secara perlahan dengan menggunakan gelas pentutup.
Mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran lensa objektif lemah
Membandingkan letak bayangan dengan letak objek yang diamati
Menggeser preparat dari kiri ke kanan, dan mengamatinya melalui lensa okuler.
Menggambar dan menulis hasil pengamatan
Melakukan langkah nomor 1 sampai 5 pada potongan huruf “q”
b. Pengamatan Epitel Rongga Mulut
Membersihkan tusuk gigi dengan menggunakan alcohol 70%
Mengorek bagian rongga mulut dengan menggunakan tusuk gigi
Meletakkan hasil korekan tersebut pada kaca benda atau gelas objek.
Menetesi gelas objek dengan methilen blue
Menutupnya menggunakan gelas atau kaca penutup
Mengamati objek di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke kuat
Menggambar dan melengkapin dengan keterangan pada setiap bagian objek
c. Pengamatan pada sel bawang merah
Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan menggunakan silet tajam
Meletakkan hasil irisan pada kaca atau gelas objek
Menetesi gelas objek dengan sedikit air
Menutupi dengan kaca penutup
Mengamati objek di bawah mikroskop
Menggambar dan memberi keterangan pada  hasil objek yang teramati

V. HASIL PENGAMATAN
b      q
q      b
dengan perbesaran 40x
            1. Pengamatan potongan huruf “b” dan “q”

 






            Hasil pengamatan pada kedua potongan kertas yaitu :
1.      Bayangan yang dihasilkan berupa bayangan terbalik terhadap objek yang diamati
2.      Bila preparat digeser ke kiri, bayangan akan bergeser ke kanan, begitu sebaliknya
3.      Bila preparat digeser ke belakang, bayangan akan bergeser ke depan, begitu pula sebaliknya
2. Pengamatan potongan huruf “b” dan “q”
ü  Pengamatan epitel rongga mulut (sel hewan)
Gambar : epitel rongga mulut
Keterangan :










Perbesaran : 10X
1.      Membran Sel
2.      Sitoplasma
3.      Inti Sel

ü  Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)
Gambar : umbi lapis bawang merah
Keterangan :









Perbesaran : 10X
1.      Membran Sel
2.      Sitoplasma
3.      Inti Sel
VI. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini membahas tentang bagaimana penggunaan mikroskop serta bentuk dan struktur sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan.
a.      Penggunaan mikroskop
Pertama, saya akan membahas tentang komponen-komponen pada mikroskop beserta fungsinya. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk membantu kita melihat atau mengamati benda-benda yang kecil dan sangat halus. Benda ini memeliki bagian atau komponen penyusunnya, yaitu lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop, meja mikroskop, penjepit, makrometer, mikrometer, kondesor, diafragama, revolver, cermin, lengan mikroskop, kaki mikroskop.
Lensa okuler merupakan bagian yang dekat dengan mata saat mengamati objek. Lensa ini terpasang pada bagian ujung atas mikroskop. Perbesaran pada lensa okuler ada tiga macam yaitu 5x, 10x, dan 12,5x. Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.
Tabung mikroskop terpasang pada bagian yang bergerigi pada pegangan atas mikroskop. Melalui bagian yang bergerigi ini mikroskop dapat digerakkan ke atas dan ke bawah. Tabung mikroskop berfungsi sebagai penghubung antar lensa okuler dan lensa objektif.
Makrometer (sekrup pemutar kasar) berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
Mikrometer (sekrup pemutar halus), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan  menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
Lensa objektif merupakan komponen yang berada dekat pada objek yang di amati,. Lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Perbesaran pada lensa objektif tergantung pada banyaknya lensa objektif di mikroskop. Misalnya, ada mikroskop dengan perbesaran 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); 4x, 10x, 45x, dan 100x (mikroskop dengan empat lensa objektif).
Cermin reflektor merupakan sebuah cermin yang digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk melalui lubang pada meja mikroskop, yaitu dengan cara mengubah-ubah letaknya. Cermin reflektor memilki dua macam cermin yaitu datar dan cekung. Cermin datar digunakna ketika cukup ternag dan cermin cekung digunakan ketika cahaya kurang terang.
Kondesor berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada objek.
Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk melalui lubah di bawah meja mikroskop.
Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
Penjepit kaca, berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
Lengan Mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
Setelah mengetahui komponen beserta fungsi dari setiap komponen mikroskop, selanjutnya saya akan membahas tentang bagaimana menggunakan mikroskop yang baik, yaitu :
1.      Meletakkan mikroskop di tempat terang dan membuka difragma sampai maksimal
2.      Memutar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.
3.      Mengatur posisi cermin hingga kaca kondesor menjadi terang
4.      Menaikkan kondesor sampai maksimal dengan memutar tombol kondesor
5.      Menyiapkan preparat yang akan diamati, kemudian meletakkannya di gelas objek dan selanjutnya menetesi dengan cairan tertentu bila diperlukan, kemudian menutupnya dengan kaca penutup.
6.      Menempatkan preparat di meja mikroskop.
7.      Menurunkan tabung mikroskop sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
8.      Mengamati preparat melalui lensa okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus, dan dengan menggunakan perbesaran lemah terlebih dahulu.
9.      Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar mengganti  lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
10.  Apabila telah selesai menggunakan, membersihkan mikroskop dan menyimpan pada tempat yang tidak lembab dan telah diberi pengatur suhu.
Setelah memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan mikroskop, saya akan menjelaskan dan membahas tentang praktikum yang saya lakukan yaitu mengamati bayangan yang terjadi pada potongan huruf “b” dan “q”, serta mengamati bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan yang mana pada praktikum kali ini membahas tentang sel epitel rongga mulut dan sel tumbuhan pada sel umbi bawang merah.
b.      Pengamatan pada potongan huruf bertuliskan “b” atau “q”
Yang pertama yaitu berkaitan dengan pengamatan pada potongan huruf “b” dan “q”. Yang dilakukan pertama kali adalah menyiapkan potongan huruf-huruf tersebut. Kemudian meletakkannya pada gelas objek dan menutupnya menggunakan gelas penutup. Setelah itu letak bayangannya dan membandingkan dengan letak objek yang diamati. Pada pengamatan kali ini, kami menggunakan perbesaran 40x, dengan menggunakan mikroskop cahaya. Ternyata setelah dilakukan pengamatan, hasil yang didapat adalah bayangan yang terbentuk terbalik terhadap objek yang diamati (huruf “b” menjadi “q”, huruf “q” menjadi “b”). Hal ini terjadi karena lensa okuler merupakan cermin cembung yang memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperbesar terhadap objek yang diamati.  Selain itu bila preparat digeser kearah kiri maka bayangan yang terbentuk bregeser kearah kanan, demikkian sebaliknya nila preparat digeser ke arah kanan maka bayangan akan bergeser ke arah kiri. Begitu pula dengan bila preparat digeser kea rah belakang maka bayangan yang terbentuk adalah bergeser ke depan, begitu pula sebaliknya, hal ini terjadi karena bayangan yang dibentuk erupakan keterbalikan dari objek yang diamati.
c.       Pengamatan pada sel epitel rongga mulut (sel hewan)
Pada pengamatan ini, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengorek sel epitel rongga mulut dengan  menggunakan tusuk gigi atau scalpel yang telah dibersihkan menggunakan alcohol. Alcohol berfungsi untuk mematikan kuman-kuman yang terdapat pada tusuk gigi tersebut. Kemudian, kami meletakkan hasil korekan pada kaca objek kemudian menetesinya dengan methilen blue, kemudian menutupinya menggunakan kaca penutup. Pada pengamatan ini, kami menggunakan perbesaran 40x pada awalnya dengan mikroskop cahaya, namun tidak ada hasil yang terlihat. Penyebab utama dari tidak terlihatnya objek yang diamati adalah karena pengaruh cahaya yang terlalu terang dari mikroskop kami. Setelah itu, kami menconba mengamatinya menggunakan mikroskop electron. Hasilnya, sel epitel rongga mulut terlihat dengan bentuk sel yang tidak aturan, maksudnya antara satu dengan lainnya tidak menyatu. Hal ini dikarenakan pada sel hewan tidak memiliki dinding sel akhirnya menyebabkan bentuk dari sel hewan ini tidak beraturan. Sel epitel rongga mulut tersebut terdiri dari membran sel, sitoplasma dan inti sel. Membran sel, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Jadi, dengan adanya membran sel ini, tidak sembarang zat bisa memasukinya hanya zat-zat yang lulus seleksi saja yang bisa memasukinya. Selanjutnya, sitoplasma, sitoplasma memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion, gula, lemak dan protein . Yang terakhir yaitu inti sel atau nucleus, berfungsi sebagai pusat informasi dan mengendalikan seluruh kegiatan sel serta di dalamnya mengandung materi genetik. Inti sel pada sel epitel ini terletak di tengan sel. Pada pengamatan sel epitel rongga mulut, kami menetesinya dengan methilen blue karena sel epitel akan terlihat dengan larutan  tersebut.
d.      Pengamatan pada sel bawang merah (sel tumbuhan)
Hal pertama yang dilakukan adalah menyayat selaput bagian dalam dari bawang merah menggunakan silet tajam. Hal ini harus dilakukan secara benar, karena hal ini yang menentukan apakah pengamatan kita berhasil atau tidak. Setelah menyayat, kita meletakkannya ke kaca objek dan menetesi air dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu menutupinya menggunakan kaca penutup. Pada pengamatan ini kami menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 40x. Hasil dari pengamatan ini yaitu, sel tumbuhan dari bawang merah berbentuk beraturan dengan bentuk segi enam. Di dalamnya terdapat inti sel, sitoplasma, membran sel, dan dinding sel. inti sel atau nucleus, berfungsi sebagai pusat informasi dan mengendalikan seluruh kegiatan sel serta di dalamnya mengandung materi genetik. Selanjutnya, sitoplasma, sitoplasma memiliki fungsi sebagai sebagai tempat penyimpanan bahan bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion, gula, lemak dan protein. Salah sat fungsi dinding sel mempertahankan  dan menentukan bentuk sel (analog dengan sebuah kerangka eksternal untuk setiap sel).  Yang terakhir yaitu membran sel yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Jadi, dengan adanya membran sel ini, tidak sembarang zat bisa memasukinya hanya zat-zat yang lulus seleksi saja yang bisa memasukinya. Inti sel pada sel bawang merah terletak di tepi-tepi sel. Pada saat melakukan pengamatan, hasil yang ditunjukkan tidak terlalu jelas, hal ini dikarenakan pencahayaan yang terlalu terang dan kurang benarnya teknik penyayatan bawang.


































VII. KESIMPULAN
            Dari praktikum yang kami lakukan, diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :
1.      Komponen dari mikroskop tersebut yaitu, lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop, meja mikroskop, penjepit, makrometer, mikrometer, kondesor, diafragama, revolver, cermin, lengan mikroskop, dan kaki mikroskop.
Cara mengunakan mikroskop yaitu,
a.       Meletakkan mikroskop di tempat terang dan membuka difragma sampai maksimal
b.      Memutar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.
c.       Mengatur posisi cermin hingga kaca kondesor menjadi terang
d.      Menaikkan kondesor sampai maksimal dengan memutar tombol kondesor
e.       Menyiapkan preparat yang akan diamati, kemudian meletakkannya di gelas objek dan selanjutnya menetesi dengan cairan tertentu bila diperlukan, kemudian menutupnya dengan kaca penutup.
f.       Menempatkan preparat di meja mikroskop.
g.      Menurunkan tabung mikroskop sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
h.      Mengamati preparat melalui lensa okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus, dan dengan menggunakan perbesaran lemah terlebih dahulu.
i.        Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar mengganti  lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.
j.        Apabila telah selesai menggunakan, membersihkan mikroskop dan menyimpan pada tempat yang tidak lembab dan telah diberi pengatur suhu.
2.      Cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop yaitu dengan cara menyiapkan preparat-preparatnya seperti,
a.       Preparat Non-permanen, diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup diatas gelas objek dan menutupnya dengan gelas penutup kemudian diamati di bawah mikroskop.
b.       Preparat permanen, diperoleh dengan cara melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
c.       Pembuatan sayatan yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah dipahami di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan, pemotongan dengan mikrootm kemudian dilanjutkan pewarnaan yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Contoh pewarna adalah hematoksilin (mengikat asam amino lisin dan arginin), eosin (mengikat molekul DNA).
3.      Pada dasarnya, sel hewan dan sel tumbuhan sama, baik mengenai sifat, bentuk dan fungsi dari bagian sel-selnya, namun diantara keduanya memilki perbedaan. Perbedaan dari keduanya adalah :
NO
SEL TUMBUHAN
SEL HEWAN
1.
Memiliki dinding sel yang terbentuk dari selulosa, sehingga bentuk selnya beraturan.
Tidak memiliki dinding sel, sehingga bentuk selnya tidak beraturan.
2.
Memiliki vakuola yang relatif sedikit dengan ukuran besar.
Memilki vakuola yang banyak namun relatif berukuran kecil.
3.
Memiliki kloroplas sehingga mampu menghasilkan pigmen hijau dan melakukan fotosintesis (autotrof).
Tidak memiliki kloroplas sehingga bersifat heterotrof.


4.
Tidak memiliki lisosom, sentrosom dan sentriol.
Memiliki lisosom, sentrosom, dan sentriol.
5.
Tidak memiliki flagella.
Memiliki flagella pada sel-sel tertentu yang merupakan pembeda dari sel tumbuhan









VIII. DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Reece, Mitchell. 2002. Biologi Fifth Edition (Terjemahan). Jakarta: Erlangga
Campbell, NA, JB. Reece. 20101. Biologi Jilid I Edisi Kedelapan (Terjemahan). Jakarta : Erlangga
Fauzi. 2012. Perbedaan mikroskop binokuler dan monokuler. http://www.fauzionline.com/
Riandari, H. 2009. Theory and Application of Biology (bilingual). Jakarta : Tiga Serangkai

Soemarwoto, Idjah. Dkk. Biologi Umum II.

Sudjadi, Bagod. Laila, Siti. 2006. Biologi Sains dalam Kehidupan SMA X. Yudhistira
Supriyanto, Joko. Macam-macam mikroskop beserta fungsinya. http://www.mansaba.sch.id/web_saba/science-/527-macam-macam-mikroskop-beserta-fungsinya.html (diakses pada 1 April 2013)
Tim Dosen Pembina. 2013. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Jember

Veanti, Okta. 2009. Biologi Sel (Struktur Dan Fungsi Sel). http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/04/biologi-sel-struktur-dan-fungsi-sel.html (diakses pada 2 April 2013)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar