LAPORAN BIOLOGI UMUM
ACARA I
PENGGUNAAN MIKROSKOP SERTA
PENGAMATAN BENTUK DAN STURKTUR SEL
Oleh :
Nama :
Rezki Noviana Devi
NIM :
120210102091
Kelas :
A
Kelompok : 7
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013
I. JUDUL
Penggunaan Mikroskop Serta Pengamatan Bentuk Dan Struktur Sel
II. TUJUAN
1.
Mengenali
komponen-komponen mikroskop dan cara menggunakannya
2.
Mempelajari
cara meyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah mikroskop
3.
Mengamati
bentuk dan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
III. DASAR TEORI
·
Mikroskop
Seperti yang kita ketahui, penglihatan kita sebagai manusia ada
batasnya. Kita tidak akan bisa melihat benda yang berdiameter 0,1 mm seperti
sel, jaringan,dan berbagai organisme lainnya tanpa adanya alat bantu. Alat
bantu tersebut dapat kita sebut dengan mikroskop. (Sudjadi, Bagod.
Laila, Siti, 2006: 18)
Mikroskop berasal dari bahasa latin yaitu micro yang artinya
kecil dan scopium yang berarti penglihatan. (Tim Dosen, 2013: 1)
Secara umum,
mikroskop dibagi menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron. Seperti
halnya mata kita, kemampuan mikroskop juga terbatas. Mikroskop memang dapat
memperbesar objek sebesar yang kita inginkan, namun pada mikroskop cahaya tidak
pernah menguraikan rincian yang lebih halus dari ukuran sekitar 0,2 µm.
Penguraian ini dibatasi oleh panjang gelombang cahaya yang yang digunakan untuk
menerangi spesimennya. Mikroskop dapat memperbesar objek secara efektif hingga
kira-kira 1000 kali ukuran specimen yang sebenarnya.
Mikroskop electron merupakan peningkatan mikroskop cahaya.
Mikroskop electron modern secara teoritis dapat mencapai resolusi sekitar 0,1
nanometre, namun pada prakteknya batas untuk struktur biologis hanya sekitar 2
nanometer dan masih merupakan peningkatan ratusan kali lipat dari miksroskop
cahaya. Terdapat 2 jenis mikroskop electron, yaitu mikroskop electron transmisi
(transmission electron microscope atau TEM),
dan mikroskop electron payar (scanning electron mikroskope atau SEM). (Campbell,
Reece, Mitchell, 2002: 115 )
Selain itu juga ada macam-macam jenis mikroskop electron, yaitu :
1. Mikroskop refleksi
elektron (REM)
2. Mikroskop Stereo
3. Mikroskop pemindai
lingkungan electron (ESEM)
4. Mikroskop pemindai
elektron
5. Mikroskop pemindai
transmisi elektron (STEM)
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop
yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop
stereo memiliki perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop
ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hampir sama
dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah:
1. Ruang ketajaman
lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya
ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati
2. Sumber cahaya
berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa
okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada
bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lensa objektif
terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan fokus objek
terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak
diatas pengatur fokus. (http://www.mansaba.sch.id/web_saba/science-/527-macam-macam-mikroskop-beserta-fungsinya.html)
Selain
itu, mikroskop juga dibagi menurut jumlah lensanya, yaitu :
1.
Mikroskop Binokuler
Mikroskop
binokuler adalah alat optik yang digunakan untuk pengamatan benda-benda yang
tidak terlalu besar. Mikroskop binokuler memiliki dua buah lensa yaitu lensa
objektif dan juga lensa okuler, dengan kombinasi lensa objektif dan juga lensa
okuler akan memperoleh bayangan tiga dimensi dengan pengamatan kedua belah
mata.
Penyinaran
diberikan dari atas ataupun bawah dengan sinar alam atau lampu. Kekuatan
pembesaran dari mikroskop binokuler ini tidak terlalu besar, yaitu pada umumnya
untuk lensa objektif 1x dan 2x dan untuk lensa okuler 10x dan 15x. Pada lensa
mikroskop binokuler membutuhkan lensa objektif yang besar karena diatasnya akan
dipasangi sistem lensa lain yang terpisah dalam posisi parallel dan jalur sinar
terpisah untuk mata kanan dan kiri.
Kelebihan Mikroskop Binokuler yaitu mikroskop
ini tidak memiliki kondensor, namun memiliki kedalaman bidang pandang dan jarak
kerja yang panjang.
Sedangkan kekurangan
dari Mikroskop Monokuler yaitu bahwa aperture numerical dari sistem
dibatasi dengan adanya jalur beam atau cahaya ganda. Dengan kekurangan itu
seseorang harus menggunakan mikroskop majemuk yang memiliki objektif dengan
diameter yang lebih besar.
2. Mikroskop Monokuler
Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang menggunakan
hanya dengan 1 lensa okuler saja.
Kelebihan dari mikroskop monokuler bila dibandingkan dengan mikroskop
binokuler yaitu jika dilihat dari tata penggunaannya lebih enak yang
menggunakan lensa monokuler. (http://www.fauzionline.com/2012/10/perbedaan-mikroskop-bilnokuler-dan.html
o Komponen Mikroskop
Mikroskop tersusun atas komponen-komponen. Komponen dari mikroskop
tersebut yaitu, lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop, meja mikroskop,
penjepit, makrometer, mikrometer, kondesor, diafragama, revolver, cermin, kaki
mikroskop. (Sudjadi, Bagod. Laila, Siti, 2006: 17)
o Cara Menggunakan Mikroskop
Cara yang
benar di dalam menggunakan mikroskop yaitu :
1.
Meletakkan mikroskop di tempat
terang dan membuka difragma sampai maksimal
2.
Mengatur posisi cermin hingga
kaca kondesor menjadi terang
3.
Menaikkan kondesor sampai
maksimal dengan memutar tombol kondesor
4.
Menempatkan preparat di meja
mikroskop
5.
Menurunkan tabung mikroskop
sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
6.
Mengamati preparat melalui lensa
okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus
Catatan : pada saat menggunakan mikroskop, kita harus menggunakan lensa
okuler dan ojektif dengan perbesaran lemah terlebih dahulu. Mengatur celah
diafragma sehingga diperoleh pencahyaan yang cukup. (Tim Dosen Pembina, 2013: 2)
o Hal-hal yang Perlu diperhatikan dalam Menggunakan Mikroskop
1.
Memegang erat-erat mikroskop
dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain digunakan untuk menyangga kaki
mikroskop
2.
Menjaga keadaan meja preparat
untuk tetap horizontal agar tidak jatuh
3.
Membersihkan lensa dengan menggunakan kertas atu kain khusus
untuk lensa (soft tissue)
4.
Membiasakan mata tetap terbuka
ketika mengamtai preparat
5.
Setelah menggunakan mikroskop,
memutar pemutar kasar agar terdapat jarak antara lensa objektif dengan meja
mikroskop, kemudian mengatur posisi cermin dalam posisi tegak. Membersihkan
lensa objektif bila terkena minyak emersi dan membersihkan menja ikroskop dari
kotoran atau tumpahan medium dengan menggunakan tissue
6.
Menyimpan mikroskop di dalam
lemari yang telah diberi pengatur suhu. (Tim Dosen Pembina, 2013: 2)
o Menyiapkan Bahan-bahan yang akan Diamati Dibawah Mikroskop
Persiapan preparat dalam mikroskop cahaya dibagi
menjadi :
a. Preparat
Non-permanen, diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup diatas gelas
objek dan menutupnya dengan gelas penutup kemudian diamati di bawah mikroskop.
b. Preparat permanen, diperoleh dengan cara
melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna,
membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
c. Pembuatan
sayatan yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah
dipahami di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui
proses pemanasan, pemotongan dengan mikrootm kemudian dilanjutkan pewarnaan
yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati
dengan lingkungan sekitarnya. Contoh pewarna adalah hematoksilin (mengikat asam
amino lisin dan arginin), eosin (mengikat molekul DNA)
·
Sel
Sel adalah unit terkecil dari suatu organisme hidup. Pada makhluk
hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel itu
sendiri. (Tim Dosen Pembina, 2013: 3)
o
Bagian-bagian
pada Sel
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan. Sel tumbuhan
memiliki dinding sel, vakuola, dan kloroplas. Sedangkan sel hewan tidak
memiliki dinding sel, kloroplas, dan tidak lazim memiliki vakuola, namun sel
hewan memiliki lisosom, sentrosom, sentriol, dan flagel pada sel-sel tertentu.
Dalam hal adanya membrane plasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparta
golgi, inti sel pada sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai persamaan. (Tim
Dosen Pembina, 2013: 3)
Bagian-bagian pada sel yaitu:
1.
Membran
Plasma
Membran
plasma disebut juga membrane sel yang merupakan pintu gerbang keluar masuknya
zat dari dan ke dalam sel. Membran sel bersifat semipermeabel karena membrane
sel hanya dapat dilalui oleh air dan molekul gas. Selain itu, membran sel juga
bersifat diferensial permeabel karena juga dapat dilalui oleh zat-zat tertentu,
tetapi sebagian zat lainnya ditahan, misalnya glukosa, asam amino, asam lemak,
dan gliserol. (Riandari, 2009: 11)
Membran
plasma terdiri dari lapisan ganda (bilayer) fosfolipid, dimana bagian ekor
fosfolipid bersifat hidrofobik dan bagian kepala fosfolipid versifat
hidrofilik. (Cambell dan Reece, 2010: 107)
2.
Nukleus atau Inti Sel
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel
eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan
bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan
beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah
yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas
gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen.
Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi
pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat
sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta
mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
(Okta Veanti, 2009)
3.
Sitoplasma
Bandan sel yang tredapat di sekeliling membrana nukleus dikenal
sebagai sitoplasma. Sitoplasma berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari
kata kytos yang artinya rongga dan plassein yang artinya
membentuk. Pada pengamatan, dengan cara memberikan warna, sitoplasma sebagai
keseluruhan menyerap lebih sedikit warna dari pada nukleusnya, sehingga
warnanya kelihatan lebih muda. (Soemarwoto,dkk: 155-156)
Bagian sel yang telah dijelaskan di atas adalah bagian secara umum,
karena pada laporan ini hanya sebatas menjelaskan tentang bagian sel secara
umum saja.
IV. METODE PENELITIAN
4.1 Alat Dan Bahan
1. Alat :
a. Mikroskop
b. Gelas objek
dan gelas penutup
c. Pipet tetes
d. Skalpel atau
tusuk gigi
e. Silet tajam
2. Bahan :
a. Potongan
kertas yang bertuliskan “b” atau “q”
b. Air
c. Epitel
rongga mulut
d. Bawang merah
e. Methilen
Blue
f. Alkohol 70%
4.2 Cara Kerja
a. Pengamatan potongan kertas bertuliskan “b” atau “q”
|
Meletakkan potongan huruf “b” pada gelas objek dan menutupnya
secara perlahan dengan menggunakan gelas pentutup.
|
|
Mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran lensa objektif
lemah
|
|
Membandingkan letak bayangan dengan letak objek yang diamati
|
|
Menggeser
preparat dari kiri ke kanan, dan mengamatinya melalui lensa okuler.
|
|
Menggambar dan menulis hasil pengamatan
|
|
Melakukan
langkah nomor 1 sampai 5 pada potongan huruf “q”
|
b. Pengamatan Epitel Rongga Mulut
|
Membersihkan tusuk gigi dengan menggunakan alcohol 70%
|
|
Mengorek bagian rongga mulut dengan menggunakan tusuk gigi
|
|
Meletakkan hasil korekan tersebut pada kaca benda atau gelas
objek.
|
|
Menetesi
gelas objek dengan methilen blue
|
|
Menutupnya menggunakan gelas atau kaca penutup
|
|
Mengamati objek di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke
kuat
|
|
Menggambar dan melengkapin dengan keterangan pada setiap bagian
objek
|
c. Pengamatan
pada sel bawang merah
|
Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis bawang merah dengan
menggunakan silet tajam
|
|
Meletakkan hasil irisan pada kaca atau gelas objek
|
|
Menetesi gelas objek dengan sedikit air
|
|
Menutupi
dengan kaca penutup
|
|
Mengamati objek di bawah mikroskop
|
|
Menggambar dan memberi keterangan pada hasil objek yang teramati
|
V. HASIL PENGAMATAN
|
b q
q b
dengan perbesaran 40x
|
Hasil pengamatan
pada kedua potongan kertas yaitu :
1.
Bayangan
yang dihasilkan berupa bayangan terbalik terhadap objek yang diamati
2.
Bila
preparat digeser ke kiri, bayangan akan bergeser ke kanan, begitu sebaliknya
3.
Bila
preparat digeser ke belakang, bayangan akan bergeser ke depan, begitu pula
sebaliknya
2. Pengamatan potongan huruf “b” dan “q”
ü Pengamatan epitel rongga mulut (sel hewan)
|
Gambar : epitel rongga mulut
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran : 10X
|
1.
Membran Sel
2.
Sitoplasma
3.
Inti Sel
|
ü Pengamatan sel bawang merah (sel tumbuhan)
|
Gambar : umbi lapis bawang merah
|
Keterangan :
|
|
Perbesaran : 10X
|
1.
Membran Sel
2.
Sitoplasma
3.
Inti Sel
|
VI. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini membahas tentang bagaimana penggunaan mikroskop
serta bentuk dan struktur sel, baik sel hewan maupun sel tumbuhan.
a.
Penggunaan mikroskop
Pertama, saya akan membahas tentang komponen-komponen pada
mikroskop beserta fungsinya. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk
membantu kita melihat atau mengamati benda-benda yang kecil dan sangat halus.
Benda ini memeliki bagian atau komponen penyusunnya, yaitu lensa okuler, lensa
objektif, tabung mikroskop, meja mikroskop, penjepit, makrometer, mikrometer,
kondesor, diafragama, revolver, cermin, lengan mikroskop, kaki mikroskop.
Lensa okuler merupakan bagian yang dekat dengan mata saat mengamati
objek. Lensa ini terpasang pada bagian ujung atas mikroskop. Perbesaran pada
lensa okuler ada tiga macam yaitu 5x, 10x, dan 12,5x. Lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan
diperbesar dari lensa objektif.
Tabung mikroskop terpasang pada bagian yang bergerigi pada
pegangan atas mikroskop. Melalui bagian yang bergerigi ini mikroskop dapat
digerakkan ke atas dan ke bawah. Tabung mikroskop berfungsi sebagai penghubung
antar lensa okuler dan lensa objektif.
Makrometer (sekrup pemutar kasar) berfungsi untuk menaik
turunkan tabung mikroskop secara cepat.
Mikrometer (sekrup
pemutar halus), pengatur ini berfungsi untuk
menaikkan dan menurunkan mikroskop
secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif
dengan cara memutarnya.
Lensa
objektif merupakan komponen yang berada dekat pada objek yang di amati,. Lensa
ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di
atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Perbesaran pada
lensa objektif tergantung pada banyaknya lensa objektif di mikroskop. Misalnya,
ada mikroskop dengan perbesaran 10x dan 40x (mikroskop dengan dua lensa
objektif); 4x, 10x, dan 40x (mikroskop dengan tiga lensa objektif); 4x, 10x, 45x,
dan 100x (mikroskop dengan empat lensa objektif).
Cermin
reflektor merupakan sebuah cermin yang digunakan untuk menangkap cahaya yang
masuk melalui lubang pada meja mikroskop, yaitu dengan cara mengubah-ubah
letaknya. Cermin reflektor memilki dua macam cermin yaitu datar dan cekung.
Cermin datar digunakna ketika cukup ternag dan cermin cekung digunakan ketika
cahaya kurang terang.
Kondesor
berfungsi untuk memfokuskan cahaya pada objek.
Diafragma berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang
masuk melalui lubah di bawah meja mikroskop.
Meja mikroskop, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan
di amati.
Penjepit kaca, berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek
agar tidak mudah bergeser.
Lengan
Mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada
mikroskop.
Kaki mikroskop, berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
Setelah mengetahui komponen
beserta fungsi dari setiap komponen mikroskop, selanjutnya saya akan membahas
tentang bagaimana menggunakan mikroskop yang baik, yaitu :
1.
Meletakkan mikroskop di tempat
terang dan membuka difragma sampai maksimal
2. Memutar revolver sehingga lensa
obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa
okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver.
3.
Mengatur posisi cermin hingga
kaca kondesor menjadi terang
4.
Menaikkan kondesor sampai
maksimal dengan memutar tombol kondesor
5.
Menyiapkan preparat yang akan
diamati, kemudian meletakkannya di gelas objek dan selanjutnya menetesi dengan
cairan tertentu bila diperlukan, kemudian menutupnya dengan kaca penutup.
6.
Menempatkan preparat di meja
mikroskop.
7.
Menurunkan tabung mikroskop
sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
8.
Mengamati preparat melalui lensa
okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus,
dan dengan menggunakan perbesaran lemah terlebih dahulu.
9.
Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk
memperbesar mengganti lensa obyektif
dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga
bunyi klik.
10. Apabila telah selesai menggunakan,
membersihkan mikroskop dan menyimpan pada tempat yang tidak lembab dan telah
diberi pengatur suhu.
Setelah
memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan mikroskop, saya akan menjelaskan
dan membahas tentang praktikum yang saya lakukan yaitu mengamati bayangan yang
terjadi pada potongan huruf “b” dan “q”, serta mengamati bentuk dan struktur
sel hewan dan sel tumbuhan yang mana pada praktikum kali ini membahas tentang
sel epitel rongga mulut dan sel tumbuhan pada sel umbi bawang merah.
b.
Pengamatan pada potongan huruf
bertuliskan “b” atau “q”
Yang pertama yaitu berkaitan dengan pengamatan pada
potongan huruf “b” dan “q”. Yang dilakukan pertama kali adalah menyiapkan
potongan huruf-huruf tersebut. Kemudian meletakkannya pada gelas objek dan
menutupnya menggunakan gelas penutup. Setelah itu letak bayangannya dan
membandingkan dengan letak objek yang diamati. Pada pengamatan kali ini, kami
menggunakan perbesaran 40x, dengan menggunakan mikroskop cahaya. Ternyata
setelah dilakukan pengamatan, hasil yang didapat adalah bayangan yang terbentuk
terbalik terhadap objek yang diamati (huruf “b” menjadi “q”, huruf “q” menjadi
“b”). Hal ini terjadi karena lensa okuler merupakan cermin cembung yang
memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperbesar terhadap objek yang diamati. Selain itu bila preparat digeser kearah kiri
maka bayangan yang terbentuk bregeser kearah kanan, demikkian sebaliknya nila
preparat digeser ke arah kanan maka bayangan akan bergeser ke arah kiri. Begitu
pula dengan bila preparat digeser kea rah belakang maka bayangan yang terbentuk
adalah bergeser ke depan, begitu pula sebaliknya, hal ini terjadi karena
bayangan yang dibentuk erupakan keterbalikan dari objek yang diamati.
c. Pengamatan pada sel epitel rongga mulut (sel hewan)
Pada pengamatan ini, langkah pertama yang harus
dilakukan adalah mengorek sel epitel rongga mulut dengan menggunakan tusuk gigi atau scalpel yang
telah dibersihkan menggunakan alcohol. Alcohol berfungsi untuk mematikan
kuman-kuman yang terdapat pada tusuk gigi tersebut. Kemudian, kami meletakkan
hasil korekan pada kaca objek kemudian menetesinya dengan methilen blue,
kemudian menutupinya menggunakan kaca penutup. Pada pengamatan ini, kami
menggunakan perbesaran 40x pada awalnya dengan mikroskop cahaya, namun tidak
ada hasil yang terlihat. Penyebab utama dari tidak terlihatnya objek yang
diamati adalah karena pengaruh cahaya yang terlalu terang dari mikroskop kami.
Setelah itu, kami menconba mengamatinya menggunakan mikroskop electron.
Hasilnya, sel epitel rongga mulut terlihat dengan bentuk sel yang tidak aturan,
maksudnya antara satu dengan lainnya tidak menyatu. Hal ini dikarenakan pada
sel hewan tidak memiliki dinding sel akhirnya menyebabkan bentuk dari sel hewan
ini tidak beraturan. Sel epitel rongga mulut tersebut terdiri dari membran sel,
sitoplasma dan inti sel. Membran sel, berfungsi untuk mengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Jadi, dengan adanya
membran sel ini, tidak sembarang zat bisa memasukinya hanya zat-zat yang lulus
seleksi saja yang bisa memasukinya. Selanjutnya, sitoplasma, sitoplasma
memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi
metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion, gula, lemak dan protein . Yang terakhir
yaitu inti sel atau nucleus, berfungsi sebagai pusat informasi dan
mengendalikan seluruh kegiatan sel serta di dalamnya mengandung materi genetik.
Inti sel pada sel epitel ini terletak di tengan sel. Pada pengamatan sel epitel
rongga mulut, kami menetesinya dengan methilen blue karena sel epitel akan
terlihat dengan larutan tersebut.
d. Pengamatan pada sel bawang merah
(sel tumbuhan)
Hal pertama yang dilakukan adalah menyayat selaput
bagian dalam dari bawang merah menggunakan silet tajam. Hal ini harus dilakukan
secara benar, karena hal ini yang menentukan apakah pengamatan kita berhasil
atau tidak. Setelah menyayat, kita meletakkannya ke kaca objek dan menetesi air
dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu menutupinya menggunakan kaca
penutup. Pada pengamatan ini kami menggunakan mikroskop cahaya dengan
perbesaran 40x. Hasil dari pengamatan ini yaitu, sel tumbuhan dari bawang merah
berbentuk beraturan dengan bentuk segi enam. Di dalamnya terdapat inti sel,
sitoplasma, membran sel, dan dinding sel. inti
sel atau nucleus, berfungsi sebagai pusat informasi dan mengendalikan seluruh
kegiatan sel serta di dalamnya mengandung materi genetik. Selanjutnya,
sitoplasma, sitoplasma memiliki fungsi sebagai sebagai tempat penyimpanan bahan
bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel , seperti enzim enzim, ion ion,
gula, lemak dan protein. Salah sat fungsi dinding sel mempertahankan dan
menentukan bentuk sel (analog dengan sebuah kerangka eksternal untuk setiap
sel). Yang terakhir yaitu membran
sel yang berfungsi untuk mengatur
keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Jadi, dengan adanya membran sel ini,
tidak sembarang zat bisa memasukinya hanya zat-zat yang lulus seleksi saja yang
bisa memasukinya. Inti sel pada sel bawang merah terletak di tepi-tepi sel.
Pada saat melakukan pengamatan, hasil yang ditunjukkan tidak terlalu jelas, hal
ini dikarenakan pencahayaan yang terlalu terang dan kurang benarnya teknik
penyayatan bawang.
VII. KESIMPULAN
Dari praktikum
yang kami lakukan, diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :
1.
Komponen
dari mikroskop tersebut yaitu, lensa okuler, lensa objektif, tabung mikroskop,
meja mikroskop, penjepit, makrometer, mikrometer, kondesor, diafragama,
revolver, cermin, lengan mikroskop,
dan kaki mikroskop.
Cara mengunakan mikroskop yaitu,
a.
Meletakkan mikroskop di tempat
terang dan membuka difragma sampai maksimal
b.
Memutar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran
lemah berada pada posisinya satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi
klik pada revolver.
c.
Mengatur posisi cermin hingga
kaca kondesor menjadi terang
d.
Menaikkan kondesor sampai
maksimal dengan memutar tombol kondesor
e.
Menyiapkan preparat yang akan
diamati, kemudian meletakkannya di gelas objek dan selanjutnya menetesi dengan
cairan tertentu bila diperlukan, kemudian menutupnya dengan kaca penutup.
f.
Menempatkan preparat di meja
mikroskop.
g.
Menurunkan tabung mikroskop
sampai lensa objektif hamper menyentuh gelas penutup
h.
Mengamati preparat melalui lensa
okuler sampai terfokus dengan cara memutar pengatur kasar dan pengatur halus,
dan dengan menggunakan perbesaran lemah terlebih dahulu.
i.
Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk
memperbesar mengganti lensa obyektif
dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga
bunyi klik.
j.
Apabila telah selesai menggunakan, membersihkan mikroskop
dan menyimpan pada tempat yang tidak lembab dan telah diberi pengatur suhu.
2.
Cara menyiapkan bahan-bahan yang akan diamati di bawah
mikroskop yaitu dengan cara menyiapkan preparat-preparatnya seperti,
a.
Preparat Non-permanen, diperoleh
dengan menambahkan air pada sel hidup diatas gelas objek dan menutupnya dengan
gelas penutup kemudian diamati di bawah mikroskop.
b.
Preparat permanen, diperoleh dengan cara
melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna,
membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
c.
Pembuatan sayatan yang bertujuan
untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah dipahami di bawah
mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan,
pemotongan dengan mikrootm kemudian dilanjutkan pewarnaan yang bertujuan untuk
memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan
sekitarnya. Contoh pewarna adalah hematoksilin (mengikat asam amino lisin dan
arginin), eosin (mengikat molekul DNA).
3.
Pada dasarnya, sel hewan dan sel
tumbuhan sama, baik mengenai sifat, bentuk dan fungsi dari bagian sel-selnya,
namun diantara keduanya memilki perbedaan. Perbedaan dari keduanya adalah :
|
NO
|
SEL
TUMBUHAN
|
SEL HEWAN
|
|
1.
|
Memiliki dinding sel yang
terbentuk dari selulosa, sehingga bentuk selnya beraturan.
|
Tidak memiliki dinding sel, sehingga bentuk selnya tidak beraturan.
|
|
2.
|
Memiliki vakuola yang
relatif sedikit dengan ukuran besar.
|
Memilki vakuola yang banyak namun relatif berukuran kecil.
|
|
3.
|
Memiliki kloroplas
sehingga mampu menghasilkan pigmen hijau dan melakukan fotosintesis
(autotrof).
|
Tidak
memiliki kloroplas sehingga bersifat heterotrof.
|
|
4.
|
Tidak memiliki lisosom,
sentrosom dan sentriol.
|
Memiliki lisosom,
sentrosom, dan sentriol.
|
|
5.
|
Tidak memiliki flagella.
|
Memiliki flagella pada
sel-sel tertentu yang merupakan pembeda dari sel tumbuhan
|
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Reece, Mitchell. 2002. Biologi Fifth Edition
(Terjemahan). Jakarta: Erlangga
Campbell, NA, JB. Reece. 20101. Biologi Jilid I Edisi Kedelapan
(Terjemahan). Jakarta : Erlangga
Fauzi.
2012. Perbedaan mikroskop binokuler dan
monokuler. http://www.fauzionline.com/
Riandari, H. 2009. Theory and Application of Biology (bilingual).
Jakarta : Tiga Serangkai
Soemarwoto, Idjah. Dkk. Biologi Umum II.
Sudjadi, Bagod. Laila, Siti. 2006. Biologi Sains dalam Kehidupan
SMA X. Yudhistira
Supriyanto, Joko. Macam-macam
mikroskop beserta fungsinya. http://www.mansaba.sch.id/web_saba/science-/527-macam-macam-mikroskop-beserta-fungsinya.html (diakses pada 1 April 2013)
Tim Dosen Pembina. 2013. Petunjuk Praktikum Biologi Umum.
Jember
Tidak ada komentar:
Posting Komentar