Minggu, 02 Juni 2013

LAPORAN BIOLOGI UMUM JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN


LAPORAN BIOLOGI UMUM

MEMPELAJARI JARINGAN PADA HEWAN DAN TUMBUHAN










Oleh :

Nama                      : Rezki Noviana Devi
NIM                        : 120210102091
Kelas                       : A
Kelompok              : 7


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2013

I. JUDUL
Menpelajari jaringan pada hewan dan tumbuhan
II. TUJUAN
1.      Mampu menjelaskan jaringan penyusun pada hewan
2.      Mampu menjelaskan jaringan penyusun tumbuhan
III. DASAR TEORI
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Sekumpulan jaringan akan membentuk organ. Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Sedangkan cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi (Zanuar,2010 [online]).
A.       Jaringan Hewan
Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan tingkat tinggi dan manusia ada empat macam, yaitu jaringan epitelium, jaringan pengikat dan penumpu (tulang), jaringan otot, serta jaringan saraf ( Istaman, 2007 ).
1.    Jaringan epitelium
Jaringan epitelium berasal dari lapisan embrional endokterm. Jaringan ini disebut jaringan epithelium karena berada  dibagian pinggir (epi = pinggir/atas, thele = putting/ lapisan) organ tubuh hewan.
Berdasarkan strukturnya, jaeringan epithelium dibedakan menjadi 3 yaitu:
a.       Epithelium pipih, berbentuk seperti lapisan pipih, inti bulat, dan terletak di tengah.
b.      Epithelium batang, berbentuk seperti batang, inti bula, dan terletak di bagian dasar sel
c.       Epithelium kubus, berbentuk kubus, inti bulat, dan berada di tengah
Sedangkan berdasarkan susunan selnya, jaringan epitelium dibagi menjadi epiteliem selapis (epithelium sederhana) dan epithelium berlapis (epiteium bertingkat atau kompleks).
Biasanya jaringan epithelium terdapat di rongga mulut, pembuluh darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut (Susilowarno, 2009: 23)
2.    Jaringan ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah yang sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar dalam matriks ekstrakurikuler, sel-sel tersebut mensintesis matriks dengan anyaman serat yang terendam di dalamnya.
Jaringan ikat dapat dibedakan menjadi jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat, jaringan ikat lemak, jaringan darah, jaringan rawan dan jaringan tulang. Jaringan yang paling banyak adalah jaringan ikat longgar yang paling banyak terdapat dalam tubuh dan hanya sedikit ditemukan dalam serabut. Serabut penyusun jaringan ikat berupa kolagen (Campbell, 1999).
3.    Jaringan otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk menggerakkan berbagai bagian organ tubuh yang disebabkan kemampuan jaringan otot untuk berkontraksi. Hal ini terjadi karena sel-sel otot mengandung protein kontraksi yang memanjang dan mengandung miofibril atau serabut-serabut halus. Jaringan otot terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Otot polos, yang berbentuk gelondong dan bagian intinya hanya satu dibagian tengah.
2.   Otot lurik, yang memiliki inti lebih dari satu dibagian tepi dan memiliki pita terang dan pita gelap.
3.   Otot jantung, yang memiliki discus interkalalar dan intinya lebih dari satu yang terletak dibagian tengah.
4.    Jaringan saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf terdiri dari beberapa bagian yaitu dendrit, akson, badan sel, inti sel, nodus ranvier, selubung mielin dan efektor. Sel saraf terbagi menjadi tiga bagian yakni :
1.   Sel saraf sensorik, berfungsi mengantarkan impuls (rangsangan) dari alat indra ke pusat saraf atau otak.
2.   Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls dari otak ke otot atau kelenjar tubuh. Sel saraf ini biasa disebut juga sebagai sel saraf penggerak.
3.   Sel saraf konektor (penghubung), berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik
B.       Jaringan Tumbuhan
Selain itu, biasanya jaringan penyusun tumbuhan dapat digolongkan berdasarkan umur, komposisi, dan fungsinya. Berdasarkan umur, jaringan tumbuhan digolongkan menjadi jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa (Tim Dosen Pembina, 2012: 7). Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda dan selalu aktif membelah atau bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang tidak dapat lagi berdiferensiasi terdiri dari jaringan pengangkut, jaringan pelindung, jaringan parenkim dan jaringan gabus (Hamka, 2006).
Berdasarkan cara terbentuknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3, yaitu:
·      Promeristem, sudah ada waktu tumbuhan dalam masa embrional. 
·      Meristem primer, masih bersifat membelah diri, terdapat pada tumbuhan dewasa di ujung batang, ujung akar, kuncup.
·      Meristem sekunder, berasal dari meristem primer.
Sedangkan menurut letaknya meristem dibedakan menjadi:
·      Meristem apikal. 
·      Meristem lateral, yaitu kambium vaskuler dan felogen.
·      Meristem interkalar, yaitu pada ruas tumbuhan monokotil (Fitrah, 2011 [online])
Berdasarkan komposisinya, jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi jaringan sederhana (yang terdiri dari satu macam sel) dan jaringan majemuk (terdiri atas lebih dari satu macam sel).
Berdasarkan fungsinya, jaringan tumbuhan dibedakan menjadi jaringan dasar, jaringan penguat, jaringan pelindung, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori (Tim Dosen Pembina, 2012: 7).
1.    Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang letaknya paling luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Tidak mengandung khlorofil kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar epidermis pada sel penutup stomata. Bentuk sel jaringan epidermis seperti balok. Mengalami modifikasi membentuk aneka ragam sel yang sesuai dengan fungsinya misalnya stomata, trachoma, dan bulu-bulu akar. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai pelindung jaringan lain yang ada didalamnya
2.    Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan tanaman yang paling umum dan belum berdiferensiasi. Kebanyakan karbohidrat non-struktural dan air disimpan oleh tanaman pada jaringan ini. Parenkim biasanya memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama (isodiametrik) dan protoplas aktif dibungkus oleh dinding sel primer dengan selulose yang tipis. Ruang interseluler antar sel umum terdapat pada parenkim.
Nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
3.    Jaringan penguat /penyokong
Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan meliputi 2 jaringan yaitu :
a.       Jaringan Kolenkim
Kolenkim terdiri dari sel – sel yang serupa dengan parenkim tapi dengan penebalan pada dinding sel primer disudut sudut sel tidak menyeluruh . Umumnya terletak pada bagian peripheral batang dan beberapa bagian daun.
b.      Jaringan sklerenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak. senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Terdapat pada bagian keras buah dan biji.
4.    Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan vascular. Disebut jaringan vascular karena sarana transportasi atau pengangkutannya berupa pembuluh pembuluh (vasculer). Pembuluh (vasculer) itu untuk membawa air dan larutan ke seluruh tanaman. Pembuluh itu meliputi Xylem atau pembuluh kayu berfungsi untuk membawa air sedangkan floem pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu membawa hasil fotosintesis berupa larutan organik. Baik xylem maupun floem terdiri dari beberapa tipe sel. Pada batang primer jaringan ini terletak pada berkas pengangkut dimana floem di bagian luar dan xylem di bagian dalam. Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem berdinding tipis yang disebut kambium (Fitrah, 2011 [online]).
Organ pokok pada tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun. Modifikasi organ pokok, misalnya bunga, buah, dan biji.
1.     Akar
Akar adalah organ tumbuhan yang masuk ke dalam tanah. Fungsi akar pada tumbuhan, antara lain sebagai tempat melekatnya tumbuhan pada media (tanah), menyerap air dan garam mineral dari tanah, memperkuat berdirinya tumbuhan, tempat penyimpanan cadangan makanan, dan sebagai alat pernapasan. Jaringan penyusun akar, antara lain epidermis, korteks, endodermis, stele (silinder pusat), perisikel, xilem, floem, dan empulur. Akar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu akar tunggang pada tumbuhan dikotil, akar serabut pada tumbuhan monokotil, dan akar adventif (bukan berasal dari akar primer).
2.   Batang
Batang merupakan organ tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah. Fungsi batang, antara lain menyalurkan air dan garam mineral dari akar ke daun, menyalurkan zat makanan dari daun ke seluruh tubuh, tempat penyimpanan cadangan makanan, serta tempat menempelnya daun, bunga, dan buah. Jaringan penyusun batang, antara lain epidermis, korteks, stele, endodermis, perisikel, empulur, xilem, floem, dan kambium.
3.    Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Fungsi daun, antara lain sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, menyerap CO2 dari udara, sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi, serta untuk respirasi. Daun tersusun atas beberapa jaringan, antara lain epidermis, mesofil, berkas pengangkut, xilem, floem, palisade (jaringan tiang), spons (janringan bunga karang), serta stomata (Kogara, 2011 [online]).

IV. METODE PENELITIAN
4.1 Alat Dan Bahan
1. Alat :
a. Mikroskop
2. Bahan :
a. preparat awetan jaringan otot dan jaringan ikat (jaringan hewan)
b. preparat awetan penampang melintang akar, batang dan daun (jaringan tumbuhan)
4.2 Cara Kerja
a. Pengamatan jaringan hewan
Mengamati preparat awetan dengan menggunakan mikroskop elektron
Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian dari preparat yang dilihat

Memperhatikan struktur dan bentul sel pada preparat
Meminta petunjuk pembimbing bila mengalami kesulitan
b. Pengamatan Jaringan Tumbuhan
Meletakkan preparat penampang melitang bahan (daun, batang, dan akar) di bawah mikroskkop)
Mengamati di bawah mikroskop dari perbesaran lemah ke perbesaran kuat
Menggambar bagian yang terlihat dan member keterangan secara lengkap.
V. HASIL PENGAMATAN                                 
            1. Pengamatan jaringan hewan
Gambar : jaringan ikat teratur pada tendon
Keterangan :










Perbesaran :





Gambar : jaringan otot jantung
Keterangan :










Perbesaran :


Gambar : jaringan otot polos
Keterangan :










Perbesaran :












2.    Pengamatan jaringan tumbuhan
Gambar : Preparat melintang daun
Keterangan :









Perbesaran :


Gambar : Preparat melintang batang Cordyline tracticora
Keterangan :










Perbesaran :








Gambar : Preparat melintang akar dikotil
Keterangan :










Perbesaran :


Gambar :
Keterangan :










Perbesaran :


VI. PEMBAHASAN
A.      Jaringan Penyusun Hewan
Seperti yang telah kita ketahui bahwa jaringan hewan dibagi menjadi empat kelompok yaitu Jaringan epitel, Jaringan ikat, Jaringan otot, dan jaringan saraf. Namun pada percobaan kali ini yang akan kita bahas hanya dua jaringan, yakni jaringan otot dan jaringan ikat.
Ø Jaringan Otot
            Jaringan otot terbagi menjadi tiga bagian :
a)         Jaringan Otot polos
Jaringan otot polos yang saya amati adalah jaringan otot polos Vesicle urinaria, memiliki bentuk seperti gelondong, kedua ujungnya meruncing dan terdiri dari satu inti sel dibagian tengahnya. Ada 3 bagian sel yang terlihat yaitu membran sel yang berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk sel, kemudian sitoplasma tempat organel-organel sel berada, dan inti sel yang berada di tengah dan berfungsi sebagai bagian yang mengatur segala aktifitas sel. Otot polos ini geraknya diluar kesadaran dan reaksinya bekerja secara lambat. Otot ini sering ditemukan di dalam organ pencernaan dan pembuluh darah.
b)        Jaringan Otot lurik
Pada kesempatan percobaan atau praktikum ini saya tidak melakukan atau mengamati struktur dari otot lurik. Namun secara garis besar, ciri dari otot lurik yaitu bentuknya memanjang, tidak terdapat percabangan, pada sitoplasma terdapat daerah terang dan daerah gelap sehingga terkesan lurik, hal ini karena terdapatnya aktin dan meosin. Intinya ditepi, terdapat 3 bagian sel yang terlihat yaitu membran sel yang berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk sel, kemudiansitoplasma tempat organel-organel sel berada, dan inti selnya berada di pinggir dan berfungsi sebagai bagian yang mengatur segala aktifitas sel. Otot lurik geraknya dipengaruhi oleh saraf  sadar dan kuat. Otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar manusia dan hewan.
            c)        Jaringan otot jantung
Jaringan ini disebut otot jantung karena letaknya yang berada di organ jantung sel-selnya tidak jelas batasnya, bentuknya panjang dan terdapat cabang-cabang, pada sitoplasma terdapat daerah terang dan gelap sehingga terkesan lurik, intinya banyak ditengah sel, pada otot jantung ini juga terlihat 3 bagian dari sel yaitu membran sel yang berfungsi untuk melindungi sel dan memberi bentuk sel, kemudian sitoplasma tempat organel-organel sel berada, dan inti sel bagian yang mengatur segala aktifitas sel. Gerak otot jantung dipengaruhi saraf otonom(tidak dibawah kesadaran), bekerja secara cepat, kontraksinya kuat dan tidak mudah lelah serta cara kerjanya berirama. Jika disimpulkan otot jantung ini bentuknya mirip dengan otot lurik, namun cara kerjanya sama dengan otot polos.
Ø  Jaringan Ikat
Letak selnya berjauhan. Berdasarkan strukturnya, jaringan ikat ini dibedakan menjadi :
a.       Jaringan ikat longgar
b.      Jaringan ikat padat
c.       Jaringan lemak
d.      Jaringan rawan
e.       Tulang
f.       Darah
Pada praktikum yang saya lakukan, saya mengamati bentuk jaringan ikat padat teratur pada tendon, bentuk selnya berjauhan, terdapat serabut kolagen (yang berwarna lebih gelap), serabut elastin (yang berwarna lebih terang). Dimana jumlah serabut kolagen lebih banyak daripada serabut elastin.

B.       Jaringan Penyusun Tumbuhan
a.    Preparat Penampang Melintang Daun
Daun merupakan modifikasi dari batang, dan merupakan bagian tubuh tumbuhan yang paling banyak mengandung klorofil sehingga kegiatan fotosintesis paling banyak berlangsung di daun. Fungsi daun, antara lain sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis, menyerap CO2 dari udara, sebagai tempat pengeluaran air melalui transpirasi dan gutasi, serta untuk respirasi. Pada praktikum kali ini saya melakukan pengamatan terhadap jaringan penyusun daun pada tumbuhan Ficus elasca. Jaringan penyusun daun ini terdiri dari:
1.    Epidermis atas dan Epidermis bawah :
Susunan selnya rapat sehingga tidak memungkinkan adanya ruang antarsel. Umumnya berbentuk pipih dan tidak berklorofil. Berfungsi sebagai pelindung bagian dalam organ tumbuhan dan berperan dalam proses penyerapan air dan mineral.
2.    Palisade
Bentuk selnya memanjang, berbaris seperti pagar, mengandung banyak klorofil, sehingga fungsinya adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis.
3.    Jaringan Bunga Karang/spons
Bentuk selnya bulat-bulat besar, letaknya tidak beraturan,terdapat celah-celah antar sel, mengandung klorofil juga, namun bukan menjadi tempat berlangsungnya fotosintesis, hanya saja membantu proses terjadinya fotosintesis.
4.    Stomata
Stomata adalah modifikasi dari jaringan epidermis, fungsinya adalah sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosintesis, sebagai jalan penguapan (transpirasi) dan sebagai jalan pernafasan (respirasi).
5.    Sel penjaga
Letaknya berada di samping-samping stomata. Sel ini memiliki fungsi sebagai pengatur membuka dan menutupnya stomata.
6.    Xylem
Fungsi dari xylem ini yaitu sebagai alat transportasi zat anorganik (mineral ) dan air bagi tumbuhan.
7.    Floem
Floem berfungsi mentransfer hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan
b.    Preparat Batang Cordyline fructicos
Tersusun atas jaringan-jaringan sebagai berikut:
1.         Epidermis, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak ada ruang antar sel dan biasanya hanya satu lapis sel. Sel epidermis batang pada umumnya mengalami penebalan dan dilapisi zat gabus yang disebut katikulus sehingga terhindar dari kekeringan. Epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang ada di bawahnya.
2.         Korteks, sel-sel penyusunnya berupa dinding tipis yang terdiri dari beberapa sel dan susunannya tidak beraturan, dan terdapat ruang antar sel. Dalam korteks terdapat floeterma. Floeterma adalah lapisan terdalam pada korteks yang memiliki bentuk dan susunan khas, serta mengandung butir-butir pati. Fungsi korteks pada sebagian besar tumbuhan adalah sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Penyebab korteks tidak terlihat jelas pada batang tumbuhan monokotil adalah tersebarnya ikatan pembuluhnya secara tidak teratur.
3.         Xilem, sel penyusunnya berupa trakeid (selnya mati, dindingnya lignin, penyekatnya miring berpori), trakea (selnya mati, dindingnya lignin, dinding melintangnya berdifusi/membaur) dan parenkim xylem. Berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
4.         Floem, selnya hidup tak berinti, berdinding selulosa, sekatnya berpori. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan sari-sari makanan dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.
5.         Empulur, parenkim yang terletak dibagian tengah silinder pusat. Empulur yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut disebut jari-jari empulur. Jaringan ini berfungsi dalam pertumbuhan sekunder pada tumbuhan.
c.    Preparat melintang akar (Arachis hypogea)
Preparat tumbuhan ini terdiri atas jaringan-jaringan seperti berikut :
1.         Epidermis,sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak ada ruang antar sel dan biasanya hanya satu lapis sel. terletak dibagian luar dan berfungsi sebagai jalan masuknya air dan garam mineral dari pelindung jaringan yang ada dibawahnya.
2.         Korteks, sel-sel penyusunnya berupa dinding tipis yang terdiri dari beberapa sel dan susunannya tidak beraturan, dan terdapat ruang antar sel. terletak disebelah dalam epidermis dan berfungsi sebagai tempat lewatnya air dari epidermis ke endodermis, selain itu juga sebagai penyimpan cadangan makanan.
3.         Floem, selnya hidup tak berinti, berdinding selulosa, sekatnya berpori. Berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan sari-sari makanan dari daun keseluruh tubuh tumbuhan.
4.         Xilem, sel penyusunnya berupa trakeid (selnya mati, dindingnya lignin, penyekatnya miring berpori), trakea (selnya mati, dindingnya lignin, dinding melintangnya berdifusi/membaur) dan parenkim xylem. Berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
5.         Kambium, adalah lapisan jaringanmeristematik pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan.Adanya kambium adalah ciri khas dari tanaman dikotil
6.         Empulur, parenkim yang terletak dibagian tengah silinder pusat. Empulur yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut disebut jari-jari empulur. Jaringan ini berfungsi dalam pertumbuhan sekunder pada tumbuhan.
d.      Preparat melintang akar (Spirogyra oedogonium sp)
















































VII. KESIMPULAN
Dari praktikum tentang mempelajari jaringan hewan dan tumbuhan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu:
1.      Jaringan penyusun hewan dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
a.       Jaringan epitel, susunannya rapat sehingga tidak terdapat ruang anta sel, berdasarkan bentuknya jaringan epitel terbagi atas; epitel pipih selapis, epitel kubus selapis, dan epitel kolumner.
b.      Jaringan ikat, letak selnya berjauhan, berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi; jaringan ikat longgar, ikat padat, jaringan lemak, jaringan rawan, tulang, dan darah.
c.       Jaringan otot, selnya memanjang berbentuk serabut, menurut bentuk dan cara kerjanya dibedakan atas; otot polos, otot jantung, dan otot lurik.
d.      Jaringan saraf, tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf terdiri dari beberapa bagian yaitu dendrit, akson, badan sel, inti sel, nodus ranvier, selubung mielin dan efektor.
2.      Jaringan penyusun tumbuhan dibedakan atas:
a.       Umur, berdasarkan umur dibedakan menjadi jaringan meristem (jaringan muda yang dapat membelah diri) dan jaringan dewasa.
b.      Komposisi, berdasarkan komposisinya jaringan penyusun tumbuhan dibedakan menjadi jaringan sederhana (terdiri satu macam sel) dan jaringan majemuk (terdiri atas lebih dari satu macam sel).
c.       Fungsi, berdasarkan fungsinya jaringan penyusun tumbuhan dibagi menjadi jaringan dasar, jaringan pelindung, jaringan penguat, jaringan pengangkut, dan jaringan sekretori.

           







VIII. DAFTAR PUSTAKA
Campbel, 1999. Biologi (terjemahan). Jakarta: Erlangga
Fitrah. 2011. Jaringan Tumbuhan. http://forum.kompas.com/sains/47097-jaringan-tumbuhan.html (diakses tanggal 4 Mei 2013)
Hamka, dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: FMIPA UNM.
Istaman, 2007. Jaringan Hewan. Jakarta : AMPI
Kogara, Nytha. 2011. Jaringan Penyusun Akar, Batang, dan Daun. http://skulwork-nytha.blogspot.com/2011/12/jaringan-penyusun-akar-batang-dan-daun.html(diakses tanggal 4 Mei 2013)
Susilowarno, Gunawan, dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kls XI (Diknas). Jakarta: Grasindo
Zanuar. 2010. Jaringan. http://forum.upi.edu/index.php?topic=16283.0 (diakses tanggal 3 Mei 2013)


3 komentar: